Hari ke-731

Sabtu itu, 10 bulan yang lalu, dia pulang dari kantor, membuka pintu rumah dan mengucapkan salam. Aku yang sedang menyusui Syathir menjawab dari kamar sambil menunggunya masuk, tapi beberapa menit berlalu dia masih belum ke kamar, aku cuma mendengar bunyi kresek kresek di ruang tamu namun terlalu mager untuk menghampiri keluar.

Lalu tiba-tiba dia masuk ke kamar, masih memakai baju kerja, langsung menggendong Syathir ke luar. "Ayo kita main, Nak..", katanya.

Aku kemudian menyusul mereka ke ruang tamu. Disana ada Syathir yang dikelilingi berupa-rupa mainan; bola-bola kecil, bola besar, robot, miniatur tentara, palu plastik yang bs bunyi2, dan entah apa lagi. Dia duduk disamping Syathir, memegang salah satu mainan dan berusaha menarik perhatian Syathir yang sepertinya tak acuh dengan semua crowded yang dia buat.

"Nak, liat deh Papa ada tentara.."
"Nak, liat deh bolanya warna warni..."
"Nak.." *mukul-mukul palu plastik.

Syathir melihat sekilas lalu buang muka dan sibuk dengan karpet.

"Dia ga suka Yang, aku kira dia bakal happy. Aku ga sabar sampe dirumah buat liat reaksinya padahal..", katanya lemas. "Bukan, bukan dia ga suka. Dia kan belum ngerti. Mungkin dia pusing liat banyak banget warna dan bentuk didepan dia sekarang. Nanti kalo dah ngerti, pasti dia bakal mainin..", kataku. Ya kan emang iya, apa yang bisa diharapkan dari anak umur 5 bulan (waktu itu). Kemudian dia membereskan semuanya dan berkata, "Nanti kita main lagi ya Nak..".

Diam-diam aku tersenyum. Kelak, akan kuceritakan lagi kisah ini kepada Syathir. Tentang Papa yang sangat menyayanginya, Papa Nomor Satu Sedunia.
Rizki. 3 tahun mengenalnya, dan hari ini, tepat 2 tahun menjadi istrinya, setiap hari banyak hal yang aku perhatikan, dan aku mendeskripsikannya dengan 1 kalimat : romantic with his own ways.

Dia bukan tipe yang pandai merangkai kata romantis, pemberi kado, kue, bunga, atau surprise-surprise kecil seperti yg kebanyakan aku lihat di stories atau post instagram teman-temanku, tapi dia selalu punya cara sendiri yang membuatku makin jatuh cinta setiap hari.

Ketika dia makan apapun yg aku masak
Ketika dia tidak segan membantuku mengerjakan pekerjaan rumah tangga
Ketika dia membantu memijit setiap punggungku kumat (saat hamil hingga menyusui aku tiap hari selalu sakit punggung)
Ketika dia mendengarkan semua ceritaku
Ketika dia selalu stand by jika aku meminta tolong
Ketika dia bersedia menemaniku kemana-mana
Ketika dia mengasuh Syathir
Semuanya, semua caranya bersikap kepadaku dan keluarga kecil kami, sebagai suami dan sebagai seorang ayah.

Ketika aku menerimanya sebagai pacar, dia bilang tidak ingin lama-lama, dan dia membuktikannya dengan melamarku di bulan ke 6 pacaran. 7 bulan kemudian kami menikah, agak terlambat karena prajabatan, pernikahan abangnya (kakak iparku), dan bulan puasa.

Sebelum menikah, seingatku dia tidak pernah menjanjikan hal-hal berupa materi, aku bilang aku tidak masalah dengan itu, lalu kemudian kami bekerja sama, membeli tanah dan rumah, mengisi perabotan, membeli kendaraan, membayar semua cicilan dan tagihan, menabung, mendidik Syathir. Kami hidup sederhana, tapi aku sangat bahagia.

Kadang aku terpikir, kenapa dia mau menikah denganku, menghabiskan masa muda dengan istri tukang ngomel dan bayi kecil yang hobi mengganggu tidur nyenyaknya? Dia selalu bilang, "Karena aku tau kamu orang yang tepat untuk menemani aku menghabiskan waktu itu". Haha. Aku adalah orang yang temperamen, sensitif, dan terkadang suka bereaksi berlebihan. Tapi dia selalu mengerti, selalu memahami, dan selalu mengimbangi. Aku begitu banyak kekurangan, dan dia selalu memaafkan.

Happy Anniversary yang ke 2, Uda..
Terima kasih ya selalu ada di setiap hari aku dan Syathir. Jadi orang yang pertama aku lihat saat aku bangun, dan orang terakhir yg aku lihat saat mau tidur. Jadi orang yang selalu sabar mendengar omelanku setiap hari. Jadi orang yang mengimbangi sifat egois aku. Dan jadi orang yang selalu membuatku kesal sekaligus selalu membuatku tersenyum. Lets grow old together:)

Hai

Hai, setelah 3 tahun lebih.

I'm back blogspot :') *bersih-bersih debu

Maaf ya blogspot, aku telah mengabaikanmu. Banyak hal yang terjadi dan begitu banyak hal yang ingin dibagi. Mudah-mudahan masi sempat untuk sering mengupdate rumah ini, bercerita ringan tanpa beban, dan nyampah sesuka hati.

So, this is it.
Cuma mau ngasi tau kalo pemiliknya masi ada dan masi niat untuk menengok "rumah"nya. Hehe

(C)CPNS Galau

Wooyyyy!!! It has been a long time since I last wrote to this blog, it was almost a year maybe? Huh? Betewe ada yang kangen gue ga sih? Ga ada yang nanya-nanya kabar gue gimana gitu? Gimana kuliahnya, kerjaannya, percintaannya, keuangannya?

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

*lalu lewat seekor jangkrik.

Yeah, I’m not that famous sih jadi gue ga ngepost pun ga ada yang kangen yah, sedihnyaa jadi orang mediocre.

Halah, lebay as always.

So, seperti yang kalian liat, gue masih idup dan gue masih berniat untuk ngurusin blog ini walaupun kali ini gue anggurin sampe berbulan-bulan. Maafin aku ya blog? Semoga besok-besok mood nulisnya bisa kembali dan gue bisa menyampah lagi disini, hihihi.

Aniway postingan terakhir gue bercerita tentang proses pemberkasan CPNS, and it was 4 months ago. Pasti lo semua berasumsi gue jadi ga pernah ngeblog karena gue sibuk berenang dan akhirnya tenggelam dalam carut marutnya dunia birokrasi pemerintahan kan?? *ah elah sok gaya bed lo Put, ntar yang ada beberapa bulan pertama lo disuruh pergi fotokopi dan nganter surat doang*

Tapi, Anda salah! Bukan, bukan soal kerjaan fotokopi dan nganter surat (walaupun sampe sekarang gue suuzon para CPNS baru emang ‘dikerjain’ gitu), melainkan sampe saat ini gue masi belom nerima SK CPNS dan masi officially jobless setelah semua mata kuliah gue selesai dan gue cuti kuliah dulu sampe nerima SK PNS (which means paling cepet setahun lagi) dan urus izin belajar dari kantor dan baru lanjutin my thesis dan wisuda dimana seharusnya pada usia tersebut gue udah punya anak tiga. Ahh, indahnya duniaa~

Jadi begini. Instansi gue, Pemprov Bengkulu, yang sedari jaman pendaftaran sampe penerbitan SK maunya yang paling cepet, ehh pada akhirnya jadi yang paling rempong karena begitu banyak masalah yang terjadi mulai dari pengumuman sampai penerbitan NIP. Sini gue rangkum :
1. Jaman pengumuman, yang harusnya diumumkan tanggal 12 November 2014 (tes sesi terakhir tanggal 26 Oktober 2014) molor sampe 2 Desember 2014 karena kesalahan Panselnas dalam meranking sehingga membuat peserta yang harusnya lulus jadi ga lulus. BKD meminta Panselnas meranking ulang sehingga pengumuman ditunda sampe tanggal 2 Desember. Pada tanggal 2 Desember, ternyata tetap tidak ada ralat dari Panselnas sehingga peserta yang seharusnya lulus protes ke Panselnas dan Menpan.
Link berita :
2. Jaman penerbitan NIP.
- Januari, udah kesenangan karena progress NIP udah 119 dari 122 orang yang dinyatakan lulus. BKD mulai sesumbar, optimis SK dibagikan akhir Januari dan awal Maret udah mulai bekerja. Lalu pertengahan – akhir januari, kita sesama peserta mulai ngerasa ada yang aneh karena NIP ga ada progress.
Link berita :
- Februari, muncul berita kalo salah satu dokter spesialis yang lulus CPNS belum melengkapi berkas sehingga SK tidak dapat dibagikan karena harus serentak. Si dokter sendiri sangat sibuk sehingga tidak sempat mengurus legalisir ijazah beliau di UI. Semua mulai kesal dan ngata-ngatain si dokter. 
Link berita :
Belum kelar berita tentang si dokter, tau-tau muncul lagi berita kalo gugatan peserta yang harusnya lulus dikabulkan Menpan, dan kelulusan tiga orang peserta dibatalkan dan digantikan oleh yang baru. 
Link berita :
- Maret, makin galau karena masi belum ada kejelasan. Jawaban yang diberikan oleh pihak BKD selalu “Sabaaaarrrr”, sementara beberapa kabupaten yang ujiannya belakangan malah udah bagi SK duluan. Makin panik juga karena sepertinya urusan SK bakalan tambah lama karena BKD menyatakan SK dibagikan serentak dengan Pak Dokter dan CPNS yang lulus susulan (tidak susul menyusul)
Link berita :

Let see deh, semoga di penghujung Maret ini ada kabar gembira. Amiinnnn.

Selama nungguin SK, kami bikin grup BBM dengan niat lurus untuk berbagi info, tapi yang ada grup ini malah jadi ajang berkenalan, flirting, atau tempat nyampah gue dan teman-teman lainnya. Beberapa member ada yang akhirnya ‘gerah’ dan memutuskan untuk leave, mungkin terganggu karena kena php semacam ini :

Hahahaha.

Ah udahlah, semua orang toh berhak leave dari grup, kenapa jadi gue yang sarkas? *garuk-garuk rambut.

Aniway sekitar dua bulanan join di grup CPNS galau ini, gue jadi menemukan beberapa kriteria penghuninya, mulai dari yang nyampah, SKSD (kalo SKSD kayaknya semuanya SKSD sih, orang kebanyakan ga kenal hahaha), bacot, emosian, dll. Sebenarnya dari dulu gue tertarik buat ngepost ini dan ngecapture BBM mereka, tapi bawaannya mager dan chat tersebut keburu ilang dan gue keburu clear data karena BBM gue ngehang. Jadi gue contohin chat yang sempat gue capture dan chat-chat terakhir (yang kebetulan orangnya itu itu aja hahahaa). Dan inilah topik-topik yang berseliweran di grup kami :
1. Diskusi Semi Serius dan Diskusi Serius
Biasanya ngebahas hal-hal yang berkaitan dengan CPNS, kayak kapan perkiraan SK keluar, apa informasi terbaru, dll yang biasanya kemudian diikuti sama :
Diskusi Serius, Jangan Main-Main
Diskusi Semi Serius berujung "Amiiinn"

2. Topik Galau Berujung Ngarep
Ya gitulah, ngegalau soal kapan mulai kerja, duit abis, dan akhirnya pernyataan dari topik serius berujung diaminkan oleh mereka, hihii

3. Flirting
Biasanya kalo topik serius dan topik galau udah ‘minggir’, muncullah tipe ini. Mereka sih flirtingnya cuma di grup doang, aslinya sih ga pernah / jarang chat personal. Hihihi
Baik Putri, Harry, dan Efrinanda, tiga-tiganya udah punya pacar -_-

4. Nanya NIP
Diisi sama orang-orang ‘siluman’, muncul di grup cuma buat nanya NIP nya berapa. Ah di contoh ini sih bukan ‘siluman’ karena beliau cukup sering muncul di chat grup, jaman-jaman pertama Ogi buka lapak SAPK yang pada muncul semua, tapi kayak gini lah ya contohnya :

5. Topik Kritis
Yaa.. Kayak gini nih contohnya, huahaha.
Bang Tedi kesurupan, Bang? -_-a

6. Jualan
Ayo ayoo dipilihh!! Ini lagi-lagi contohnya gue yah, haha maklum pengangguran jadi hobi nyampah dan multitalenta -_-

7. Ledek-ledekan
Ini juga biasanya kalo si serius udah minggir atau keabisan topik, mulai deh saling ledek meledek dan berujung munculnya :

8. Plesetan
Kalo Harry udah muncul, chat di grup bakalan kacau karena yang lain bakal mulai ngaco juga -__-

Kalo bukan plesetan, yaa mulai sungsang kayak gini :
9. Ngerusuh Rusuh


10. 18 +
Dan terakhir, biasanya menjelang malam obrolan-obrolan kayak gini nih yang muncul :
-_____-

Itulah hasil observasi kecil-kecilan gue tentang kriteria dan topik yang dibahas dalam chat grup. Hahaha. Well, can’t wait to see you guys. Pengen tau aslinya gimana, soalnya yang pernah ketemu beneran baru beberapa dan bisa dihitung pake jari tangan :')

Terakhir, serius, gue mulai bosen nganggur dan ga ngapa-ngapain gini, gue berharap banget ni akhir bulan SK udah dibagiin dan awal April udah beneran ngantor. Gue udah ga ada duit lagi, beneran! *nangis.

Good News, hahaha

Hi all!

Finally, setelah menunggu kurang lebih 1,5 bulan mulai dari tanggal 20 Oktober sampe tanggal 1 Desember, hasil tes CPNS Bengkulu 2014 keluar juga. Seharusnya sih udah keluar dari tanggal 12 November, tapi karena katanya ada kesalahan perankingan dan bla bla akhirnya diumumkan juga tanggal 1 Desember kemarin via televisi, dan tanggal 2 Desember via media cetak dan elektronik.

Dan alhamdulillah gue termasuk 1 dari 122 orang yang beruntung lulus CPNS Pemprov Bengkulu 2014 dari 1400-an peserta yang lulus passing grade (dari 4 ribuan peserta). Dan 1 dari 4 orang yang lulus di formasi gue (dari seratusan peserta, eh apa dua ratus ya tadi, lupa). Yeayy!!!*sujud syukur*

Alhamdulillah, nomor 1 di formasi ini :')

Untuk hasil TKD semua peserta tes CPNS Pemprov Bengkulu 2014 klik disini
Untuk hasil TKD peserta yang lulus CPNS Pemprov Bengkulu 2014 klik disini
Pengalaman gue ikut tes bisa dibaca disini

Tanggal 3-5 Desember kita disuruh ngelapor ke BKD dengan bawa kartu ujian asli (di Pemprov/Pemkot/Pemkab lain setau gue ga disuruh ngelapor gini), dan tanggal 8 start pemberkasan. Syarat-syarat pemberkasan beda-beda yah tiap instansi, kalo kemarin itu syarat pemberkasan gue (untuk 2 rangkap) adalah:
1. Surat lamaran ditulis tangan pake huruf kapital, ditujukan kepada Gubernur Bengkulu Up Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan dimaterai
2. Foto kopi ijazah dan transkrip terakhir yang dilegalisir
3. Daftar riwayat hidup dan surat pernyataan yang juga dimaterai
4. Asli dan legalisir SKCK
5. Asli dan legalisir Surat Keterangan Sehat
6. Asli dan legalisir Surat Keterangan Bebas Narkoba
7. Pas Foto 3x4 background merah 10 buah (dibagi untuk 2 map)
8. Asli dan foto kopi kartu peserta ujian
9. Map “biola” hijau (gue formasi tenaga teknis)

Cerita dikit soal pemberkasan dan ngurus-ngurus surat deh.

Jadi sesuai alur, tahapan pengurusan SKCK ditempat gue (Polres Bengkulu) adalah :
1. Minta surat pengantar dari RT, kemudian minta tanda tangan dari RW. Biaya : ga dimintain sih, kasi aja seikhlasnya untuk uang rokok 10-20rb
2. Bawa surat pengantar dari RT/RW ke Kelurahan, kalo di kelurahan gue, syarat tambahannya cuma KK. Biaya : 15rb
3. Bawa surat pengantar  dari Kelurahan ke Kecamatan untuk ditandatangani. Biaya : 15-20rb
4. Bawa surat pengantar dari Kelurahan/Kecamatan ke Polsek tempat kita berdomisili untuk meminta rekomendasi pembuatan SKCK ke Polres. Kalo di Polsek Ratu Samban, syarat tambahannya adalah 1 lembar fotokopi KTP, 1 lembar foto kopi KK, 1 Foto kopi sidik jari, 1 foto kopi ijazah terakhir yang dilegalisir, mengisi screening yang disediakan, pas foto 4x6 4 lembar dengan background merah, dan map merah 2 buah. Biaya : 15-25rb
5. Kalo lo belum punya kartu sidik jari, lo bikin dulu di Polres. Syaratnya pas foto 4x6 warna 1 lembar dan 2x3 warna 1 lembar. Abis itu lo balik lagi ke Polsek dan urus rekomendasi dari Polsek. Biaya : 20rb
6. Dapet surat pengantar (rekomendasi) dari Polsek, baru lo cus ke Polres dan bikin tuh SKCK. Dan legalisir sekalian.

Bikin SKCK di Polres Bengkulu juga syaratnya mayan ribet, ini syaratnya:
1. Foto kopi ijazah terakhir (saran gue bawa lebih dari 1)
2. Foto kopi KK (bawa lebih dari 1 juga)
3. Sidik jari dari reskrim
4. Rekomendasi catatan kriminal (bikin di Reksrim, biaya 20 ribu. Kayaknya orang di Reskrim suka-suka aja matok harga, kisaran 10-20rb). Di reskrim ini juga dimintai fotokopi ijazah, KK, KTP, foto kopi surat-surat pengantar, pas foto 3x4 2 lembar kalo ga salah)
5. Foto berwarna 4x6 sebanyak 4 lembar
6. Rekomendasi dari polsek
7. Isi screening yang disediakan

Semuanya dikumpulin dalam map merah. Biaya pembuatan SKCK sendiri sih 10rb, cuma yaa perjuangan membuat SKCK itu totalnya jadi lebih dari 100rb *sigh.

Kelar SKCK gue ngurusin surat keterangan sehat dan surat bebas narkoba. Gue bikin di RSUD M. Yunus Bengkulu, untuk bikin surat itu sendiri kita harus daftar dulu di Lantai Satu. Poli check up-nya sendiri berada di lantai 2. Bikin surat ini ga susah kok, nunggunya juga ga gitu lama. Tapi biayanya emang agak mahal, total 272rb plus legalisir 10rb. Teman gue yang tes di RS Bhayangkara cuma total 180rb, dan yang di RSJKO (haee bang Tedi :p) total 207rb.

Ah, tapi apalah harga segitu dibandingkan orang yang rela jual/gadai harta bendanya demi lulus tes CPNS :)

Ada cerita lucu (sekaligus nyebelin) yang gue alami pasca gue lulus CPNS ini. Hampir ditiap post persinggahan (RT sampe Rumah Sakit), pertanyaan pertama yang keluar adalah : 
“Lulus murni?”

Ketika gue menjawab “Alhamdulillah iya.”, maka mata si penanya bakal terus menatap gue seolah ga percaya dan bikin gue jengah. Kalo gue mood, maka gue akan menjelaskan proses gue tes dan sistem CAT dimana nilai kita langsung keluar, tapi kalo gue lagi ga mood ya gue pura-pura ga tau aja. Teman-teman di kampus yang tau gue lulus pun juga berlaku sama, mereka nanya “Lulus benar-benar murni, Mbak?”, dengan nada ga percaya padahal mereka tau skor CAT gue mayan tinggi. Malah ada juga yang frontal ngomong gini, “Siapa pegangan-mu Dek? Abis berapa duit?”. Masyaallah lah, saking buruknya citra penerimaan pegawai yang dulunya ga transparan, alhasil gue yang lulus murni jadi korbannya. Ditanya “Lulus murni?” atau “Abis berapa duit?” pun jadi hal yang umum dan ga perlu ditutup-tutupi karena toh disini profesi PNS tetap jadi idola terlepas mau masuk murni atau enggak. Buktinya Pak RT terang-terangan ngaku kalo anaknya yang masuk PNS tahun 2010 itu kelulusannya dibayar seharga 1 unit mobil. Pegawai di kantor lurah pun demikian, ada calo yang nawarin kelulusan anaknya di salah satu Kabupaten senilai 250 juta, berhubung si pegawai kantor lurah keukeuh 200 juta, ya ga jadi deh. Lalu si calo masi berusaha ngebujuk dan bilang kasi DP 50 juta, sisanya nanti kalo udah dinyatakan lulus. Untungnya si pegawai kantor lurah akhirnya mengurungkan niatnya karena anaknya dah keburu keterima kerja lain, yah syukurlah ga ketipu karena ternyata tes kali ini sangat susah dicurangi.

Beberapa hari lalu pas gue jaga toko sambil ngisi daftar riwayat hidup, ada satu ibu-ibu kepo yang nanya gue lagi nulis apaan, pas beliau tau gue lulus CPNS, dia langsung ngomong “Habis berapa dek?”. Gue pura-pura bego dan nanya, “Maksudnya gimana Buk?”, lalu si Ibu ngomong “Yah tau sama tau aja dek..”. Gue tersenyum maklum dan bilang “Abis 600 buk..”. Si ibu langsung melotot dan ngomong “600 juta???”.

600 juta palelo peyang. Ngapain gue ngabisin 600 juta buat CPNS?? Mending gue buka kafe/butik, hahahah.

“600 ribu Buk, untuk ongkos pos, bolak balik, ngurus surat-suratan, cetak foto”, gue tersenyum manis. Si ibu menatap gue ga percaya. Ya terserah deh Buk! Emang susah ngerubah mindset yang udah jelek dari awal. *sigh*.

Aniway gue udah selesai ngasi berkas hari Selasa (9/12) kemarin. Udah diverifikasi dan dikasi tanda bukti juga. Selanjutnya tinggal nunggu SK CPNS gue keluar. Gue juga belom tau ditempatkan dimana (opsinya antara Dinas Perkebunan sama Sekretariat Korpri), gue pengennya sih di Dinas Perkebunan aja karena deket dari rumah hahaha. Mudah-mudahan deh SK nya cepet keluar biar gue ga kelamaan nganggur pasca UAS Januari ntar. Nyokap juga udah maksa nyuruh gue hunting dan jahit seragam, beliau emang nomor satu banget rempongnya pasca tau anaknya lulus, selalu maksa nemenin ngurus-apa-kemana. Bokap juga jadi yang paling ribet nanya dan ngingetin apa semua udah lengkap, padahal awal-awal mereka kurang setuju karena takut dimintain duit, hahaha tapi alhamdulillah gue berhasil lulus tanpa duit. Terima kasih banyak doa dan bantuannya, mama dan papih :’).  Terima kasih juga buat keluarga besar gue, buat yang cukup rempong ngantar-ngantar, keluarganya dan sahabat-sahabat yang ikut mendoakan, serta teman-teman yang ngucapin selamat. Ga nyangka lulus PNS disini bisa seheboh ini hahaha pantesan yah pada pengen jadi PNS walaupun gajinya kecil hahahaha *apasih *.

Pengalaman TKD CPNS Pemprov Bengkulu 2014

Haeee manteman cemuwahh, aku on diciniihh~

Lo kata friendster -_-

Postingan kali ini gue mau berbagi pengalaman gue ikutan TKD CPNS Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk formasi Pranata Komputer nih. Kebetulan gue udah tes TKD kemarin di hari pertama, Senin 20 Oktober 2014 sesi ke 3 jam 11.20 siang.

Wh.. Whattt?? Putri ikut CPNS??? Seorang Putri yang dari dulu terlihat antipati dan keliatan ga berminat kerja jadi abdi negara sekarang memutuskan untuk berkeinginan mengabdi pada negara?? 

Ya gitu deeh. Sejak gue tau rahasia umum kalo kebanyakan PNS (gue ga bilang semua yah) masuknya banyak yang ga bener alias pake duit-duitan, even itu lulus murnipun, gue jadi agak males gitu sama profesi PNS. Bukannya apa-apa, ortu gue mana mau bayar sekian puluh sampe sekian ratus juta supaya anaknya jadi PNS? Beliau bilang, daripada gue ngasi oknum ratusan juta gitu, mending duitnya dikasi ke gue aja trus bikin usaha sendiri. Ya namanya juga orang Minang, mentalnya ya mental wirausaha. Hehehe.

Sampe ketika gue lulus kuliah tahun lalu, temen-temen gue pada ngajakin ikutan tes CPNS 2013, gue keukeuh ga mau karena gue tetep (sampe sekarang sih masi skeptis dikit) berpikiran kalo kemungkinan buat lulus murni bakalan kecil banget karena oknum selalu menemukan celah setransparan apapun tesnya. Hehe suudzon banget sih gue -_-"

Poster kayak gini dipasang dimana-mana

Nah tahun ini tau-tau diberlakukan sistem CAT untuk ujiannya. Gue masi belom ada minat buat ikutan, plus gue denger gosip katanya Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu ga buka formasi, gila aja gue daftar di Kabupaten, bisa-bisa ga nikah gue, atau kalopun nikah bakalan LDR sama suami karena di Kabupaten itu kan rata-rata ada perjanjian ga boleh pindah minimal lima tahun. Itu juga yang jadi alasan gue kalo temen-temen sekelas gue di ekstensi ini pada nanya kenapa gue ga ikut. Sampe suatu hari pas ngurus KRS-an (IYE GUE GA JADI WISUDA DESEMBER INI), gue BBM-an sama Bejok dan dia nanya gue ikut tes apa ga. Ya gue bilang lah alasan tadi.

"Laah kan ada yang provinsi Put?"

Eh ada yah, hahah gagal deh alasan. Jadi gue bilang aja, "Tapi sapa tau ga ada formasi buat kita..". Trus kata Bejok, "Ya ada lah Put, buat 4 orang.. Dicoba aja dulu, lo kan pinter. Ntar gimana-gimananya gue bantuin ngurusin deh.."

Lalu entah kenapa denger 'bujukan' Bejok yang bilang gue ini pinter, tiba-tiba gue jadi tertarik, iseng pengen ikutan nyoba kayak apa sih rasanya tes CPNS ini. Toh tesnya ga dipungut biaya kan? Mulai deh gue browsing dan daftar ke situs panselnas, trus login ke sscn, dan melengkapi berkas-berkas yang diperlukan. Thanks God ga ada pake surat pernyataan ga nuntut pindah tugas, materai, SKCK bla bla yang ribet-ribet itu. Cuma form registrasi online, fotokopi KTP, pas foto, ijazah + transkrip yang udah dilegalisir, sama surat lamaran. Trus dianter deh sama pacar ke kantor pos.

Sempat deg-degan nungguin hasil seleksi administrasi, dan alhamdulillah berkas gue ga ada masalah dan bisa ambil nomer ujian yang kayak berebut zakat aja saking ramenya dan peserta pada ga sabar ngantri. Beruntungnya gue, pas gue nyampe diantrian untuk huruf R, sub huruf RA (sub huruf apa pula --"), gue langsung ngasi bukti pengiriman POS + form registrasi online yang diprint ulang dan mendapatkan nomor ujian.

Tiap hari gue mantengin web Pemprov Bengkulu dan situs berita lokal buat nungguin jadwal ujian kapan dipublish supaya gue bisa belajar, Iya, gue orangnya gitu, bisa belajar kalo udah mepet waktu, jangan ditiru ya kawan-kawan o:). Di web Pemprov ga ada update sehingga anak-anak dari luar kota ngegalau di chatbox, kasian sih ya. Gue juga ngegalau dong karena di situs berita katanya sih bulan November diadain karena usulan Pemprov pertengahan bulan Oktober ditolak. Sempet kesel dan menyesali diri kenapa ga ikutan aja sama nyokap ke Jakarta tanggal 15 Oktober kalo gini. Emang belom tanggal 15 sih waktu itu, tapi tiket kan udah dipesan jauh-jauh hari. Kalo mepet waktu berangkat kan mehonggg. Huvtness.

Ehh ga ada angin ga ada ujan tau-tau jadwal tes keluar tanggal 12 Oktober, dan gue kebagian tanggal 20 Oktober. Ajegile. Gue cuma punya waktu seminggu dong buat tes? Katanya diundur November? Huhuhuhu. Di saat itu gue labil banget, ya emang sebelumnya pengen jadwal tes cepet keluar, lahh pas udah keluar malah garuk-garuk tanah karena timingnya ga pas banget.
1. Nyokap mau ke Jakarta
2. Kalo nyokap ke Jakarta, gue ngurusin rumah dan penghuni-penghuninya (baca : bokap dan adek-adek gue), menghidangkan makan ala restoran Padang buat bokap, nyuci piring, bersih-bersih, dsb.
3. Yang biasanya nyokap gantiin bokap jaga toko tiap sore, jadi gue yang gantiin jaga toko.
4. Tugas kuliah gue lagi banyak-banyaknya. Ada satu tugas yang nuntut perhatian ekstra banget
5. Gue mau belajar buat CPNS otomatis ga bisa lah ya..

Jadilah gue pasraah banget. Sebelum nyokap berangkat, nyokap tidur di kamar gue gegara bokap lagi pilek dan ga mau pake kipas angin, tiap gue kebangun tengah malem buat bahas soal, nyokap otomatis juga kebangun karena lampu nyala dan nanya-nanya gue baca apaan. Gue ga bilang sih gue belajar buat tes, gue bilangnya buat kuliah, takut aja tar kalo ga lulus TKD nyokap mengasihani gue karena (keliatan) niat banget ikutan tes. Hahaha. Pas nyokap udah berangkat semua kerjaan disambi-sambi. Sambil ngeprint bahan tes CPNS dari internet, gue makan. Sambil manasin lauk, gue beberes rumah dan dapur. Sambil jaga toko, gue ngerjain tugas kuliah. Sambil baca dan bahas soal CPNS, gue BBM-an. Sambil boker, gue nyanyi-nyanyi. Gue jadi gampang ngantuk saking capenya, dan niat gue buat belajar tengah malem sering gagal gegara ga kebangun -_-.

Oh iya, gue belajar setiap hari (tanggal 12-19) dengan durasi sekitar 1-2 jam. Bahas-bahas soal TWK aja sih karena PPKn gue payah dan gue ga bakat menghafal, TIU gue pasrah, dan untuk TKP gue ga belajar / bahas soal sama sekali karena itu kan bukan sesuatu yang diapalin. Gue juga donlot aplikasi TKD di Play Store buat selingan latihan soal di sela-sela nunggu jam kuliah. Gue juga ngafalin pasal-pasal UUD sampe cape sendiri gegara ga hapal-hapal.

Akhirnya hari Senin tiba!!!

Gue berangkat bareng Ayu, temen sejurusan dulu. Nyampe di LPTIK Unib langsung menuju panitia yang ngeceklis kita di daftar hadir, lalu menuju meja registrasi, panitianya mencocokkan muka kita sama KTP dan kartu ujian, kalo udah OK tangan kita distempel, kemudian kita dipersilakan duduk di ruang tunggu sekitar sejaman. Disana diputar video petunjuk ujian dengan sistem CAT berulang-ulang sampe gue bosen dan hapal isinya apa. Lo bayangin aja, tu video durasinya sekitar 3-4 menit, gue duduk disana sejam lebih. Bosen lahh. Pas ngeliat peserta sesi ke dua (gue sesi ke tiga) keluar dari ruang ujian, gue mulai deg-degan parah, keringet dingin, laper, dan serasa pengen pipis. Tapi life must go on, kita masuk ruang ujian yang super dingin. Gue duduk disebelah mbak-mbak panikan yang belom apa-apa udah pusing. Kemudian pengawas menjelaskan powerpoint mengenai peraturan ujian, dan kita diminta berdoa.
Kayak masuk Dufan aja dicap :p

Ketika tes dimulai, mbak-mbak disebelah ini sangat-sangat mengganggu konsentrasi karena dia baca soal bisik-bisik dan tiap jawab soal ngucap-ngucap dulu. Hahaha tapi lucu juga sih. Untuk soal ujiannya ya cukup lah, susah banget sih engga, mudah banget juga engga. Ngejebak iyaa, karena jawabannya mirip-mirip dan sangat meragukan. Gue malah sempat lemot parah, lupa ngeklik tombol "simpan dan lanjutkan" tiap selesai ngejawab soal, sehingga waktu gue jadi terbuang sekian menit karena gue terpaksa ngejawab ulang dan ngeklik simpan lagi. 

Gue ngerjain TKP dulu karena itu yang paling "menggambarkan diri kita". Tips dari gue, dalam ngerjain soal TKP jadilah semunafik mungkin, sebusuk apapun sifat lo. Semakin muna semakin baik, ahaha. Satu lagi, tips dari gue bacalah tema soal yang terdapat di halaman soal itu dan cocokkan kira-kira jawaban yang sesuai tema itu kayak gimana.

Contoh : 
Di layar tertulis tema soal : kreativitas dan inovasi
Soal : Anda diminta pimpinan untuk menangani dekorasi suatu acara di kantor Anda, padahal Anda bukan orang yang pandai dalam hal dekorasi. Apa yang akan Anda lakukan?
a. Menolak secara halus kepada pimpinan karena Anda sadar tidak berbakat
b. Menggunakan dekorasi tahun lalu
c. Mengerjakan sesuai kemampuan Anda
d. Mengusulkan kepada pimpinan supaya teman Anda yang pintar dekorasi yang menanganinya
e. Menjelajahi internet dan majalah untuk melihat contoh dekorasi yang kira-kira cocok

Berhubung temanya adalah kreativitas dan inovasi, jawablah opsi E. Gitu seterusnya. Tapi gue ga sempat cek ulang TKP sih, padahal ada beberapa soal yang gue ragu, soal itu gue jawab sebelum gue secara jenius (hahaha) menemukan tips ini.

Untuk TWK, beberapa materi yang gue baca dan pahami di penjelasan soal-soal yang pernah gue bahas pas belajar alhamdulillah muncul di TKD. Soalnya beda-beda yah tiap orang, di gue malah ga muncul tentang UUD 1945 padahal gue udah mati-matian ngafal, yang muncul malah tentang UU (selalu gue skip) dan maksud pasal sekian (lupa) di UUDS. Pancasila lumayan banyak yang muncul, tentang makna Pancasila gitu deh. Tata negara juga ada, tentang lembaga-lembaga negara. Sejarah yang gue dapet tentang partai / perkumpulan sebelum Indonesia merdeka, temen gue malah dapet tentang kerajaan / masa prasejarah. Trus ada bahasa Indonesia, tentang kalimat efektif, arti peribahasa, kalimat fakta dan opini, dsb.

Lalu TIU, hmm ini part terakhir yang gue kerjain. Waktunya kuraang, plus mbak-mbak sebelah gue makin heboh aja paniknya, gue mulai mabok baca wacana dan mulai frustasi karena ga nemuin pola deret. Alhasil ketika waktu hampir habis gue nembak beberapa soal di TWK yang belom sempat dijawab dan beberapa soal pula di TIU. Manajemen waktu gue agak payah gegara terpaku di TWK yang ga kejawab-jawab atau meragukan. Tips TIU dari gue, hafalin tuh rumus luas, volume macam-macam bangun ruang, trus pahami konsep perbandingan dan konsep persamaan dengan dua variabel.

Akhirnya waktu habis, halaman soal tertutup otomatis trus muncul kuisioner. Gue jawab "cukup" aja semuanya dan saran "waktunya diperpanjang dong..", wakaka. Deg-degan gue klik selesai dan hasil gue adalah sebagai berikut :
TWK : 120
TIU : 110 (kebanyakan nembaak) :'(
TKP : 165

Alhamdulillah ketiganya lulus passing grade, dan total nilai 395. Awal-awal masi pesimis yah padahal itu udah cukup tinggi, tapi setelah gue liat nilainya ditempel ternyata banyak yang dibawah 300, dan guess what, gue tertinggi di hari pertama dan diwawancarain tv dan koran lokal huahhahaha.
Akhirnya nama akuwh masuk koraannn >.< *ga beli versi cetak*

Tadi sore gue ngegaul lagi ke Unib dan liat hasil tes hari ke dua, Alhamdulillah gue masi di urutan pertama dari seluruh peserta hari pertama + kedua. Gue ga yakin sih masi tertinggi di hari ketiga, sama peserta yang tertinggi di hari kedua aja selisih poin gue makin deket, yaa semakin lama kan persiapannya semakin matang. Sebenarnya di posisi 10 besar aja ga masalah buat gue, karena itu kan dari semua peserta yang memperebutkan berbagai formasi, tapi ya gue ga mau aja orang lain ngalahin guee hahahaa (ambisius tanpa dasarnya mulai keluar).

Aniway doain gue yah mudah-mudahan semuanya lancar aja, setelah perankingan semoga gue masuk ke formasi, dan ga ada TKB untuk formasi gue karena jumlah yang lulus ga memenuhi formasi huahahahaha ngarep. Bukan apa-apa, gue lemah banget wawancara, udah pengalaman berkali-kali gagal di tahap wawancara *sediih. Udah gitu gue capek tes lagi, dan gue juga takut kalo TKB dijadiin celah walaupun berkali-kali ditegaskan CPNS kali ini bersih dari KKN. Ya kalopun ada TKB mudah-mudahan sih ga gitu yah. Aminn!

Buat teman-teman yang belom tes, good luck yaa.. Semoga lulus passing grade dan dapet kursi formasi yang lo inginkan. Semangaattt!!!! ^__^


update :
Tes hari ke tiga (22/10)
Gilakk pesertanya jago-jago, rata-rata diatas 350an cobaa.. Trus sekarang nilai tertinggi ada 397 dan 403. Gue jadi tercampak ke ranking 3 dari 2250an peserta T___T. Huaaa masi hari ketiga padahaal -,-. Udah gitu buat formasi gue ada 1 senior lagi yang lulus, berarti yang gue tau udah dua orang (tiga orang termasuk gue) yang lulus. Huhuhu mudah-mudahan ga ada lagi dehh, atau kalopun ada ya satu orang aja biar yang memenuhi formasi pas-pasan 4 orang AMINNNN jahat dikit gapapa deh hahahaha.

update 2:
Tes hari ke empat (23/10)
WOHHH BUSET ADA YANG SKORNYA 415!!!! Peringkat keseluruhan gue pun turun jadi peringkat ke empat tertinggi dari kurang lebih 3000 orang yang udah tes. Gimana sehh, hari pertama peringkat pertama, hari ketiga peringkat tiga, hari ke empat ee peringkat empat. Mudah-mudahan hari ke lima dan enam ga geser lagiii.. Amiinnn!!! *kali ini bukan masalah formasi, tapi gengsi di 10 besar TKD dari ribuan orang D3 dan S1, huahahaha

update 3:
Tes hari ke lima (24/10)
Wokeh masi peringkat 4 dari 3500-an orang. Mudah-mudahan ga turun-turun lagi peringkatnya. Amin

update 4:
Tes hari ke enam (25/10)
Tes hari terakhir nih. Itu yang diatas gue ganas-ganas semua, nilai tertinggi 430 coba. Ranking gue pun tercampak ke 8 dari 4ribuan peserta. Not sure berapa pastinya, 4200an apa 4400an *bingung. Tapi Insyaallah dari formasi gue, gue tetep megang nomer satu. Mari kita tunggu pengumuman resmi dari Panselnas tentang kelulusan cpns Pemprov Bengkulu ini. Semoga secepatnya deh. Doain gue fix lulus ya teman-temaan :D

Cantik

*edited post*

Gue cantik? Hmm.. Jujur, gue ga pernah ngerasa cantik. Mungkin orang yang bilang gue cantik itu punya kerusakan mata yang cukup parah. Hahaha becanda. Gue ga jelek juga kok woii. Yahh orang-orang biasanya mendeskripsikan gue "manis" dengan kulit sawo matang dan hidung yang mancung. Tapi ya menurut gue sih kata "manis" itu cuma sekedar hiburan untuk mendeskripsikan diri gue sebagai gadis sawo matang berwajah bulat, berhidung mancung, bergigi kelinci, berbadan subur, dan pendek. Pernah denger ungkapan "cantik itu relatif, photoshop itu alternatif" kan yah? Gue ini termasuk golongan alternatif, gue rasa foto-foto gue perlu dioles sedikit photoshop biar lebih cling. Atau pake Camera360? Whatever.

Ck, masi aja suka ga pedean -_-

So, ketika ada yang memuji gue cantik, I was like "Seriously dude???" dan setengah mati menolak pujian itu gegara gambaran yang gue deskripsikan tadi :). Parah yah. Hihihi. Padahal bisa saja wujud yang gue gambarkan itu bentuknya seperti ini,

belom touch up selama 3 jam-an

Yang hanya dengan satu kali sentuhan app edit foto macam Beauty Plus bisa menjadi cerah ceria seperti ini (note : gue yang di tengah, sepupu gue yang kiri emang putihnya kebangetan -_-)


I mean, I'm not that beautiful, tapi gue cukup enak diliat kan? Kan? Kan? *maksa.

Gue udah berkali-kali ngepost tentang ketidakpedean gue dengan tubuh gue, dan gue udah pernah juga nulis post yang berisi ajakan untuk pede dengan diri sendiri karena setiap perempuan itu pasti cantik, sungguh berlawanan sekali yah -__-. Sekarang sih gue berada di fase dimana gue ngerasa enak diliat. Apa pasal? Ya karena belakangan si pacar selalu berkomentar gue cantik (yang biasanya jarang-jarang), ada polisi yang bantuin ngurusin SIM gue dulu mulai ngehubungin lagi, ada beberapa teman kampus yang hobi lirik-lirik setelah mengetahui fakta bahwa gue dan "sahabat" gue udah "putus" (mereka mikirnya kan kita jadian), dan ada salah seorang junior gue yang ngefans sampe-sampe tiap gue ganti DP di save as dan dia jadiin DP juga, atau ketika gue ganti PM, dia ikutan copas PM gue, hahaha.


Emang rada alay sih dia gaya nulisnya, namanya juga ABG haha.


... trus gue bingung mau ngetik apalagi. Huhuhu.

Aniway, banyak banget yang nyasar di blog gue dengan keyword "Adinda Mutiara Sabila", iya Adinda yang ituh, yang namanya disebut-sebut Marshanda dalam video joget-jogetnya 5 tahun lalu itu lohh. Gilak ya, udah 5 tahun dan masi banyak yang nyari-nyari info tentang si Adinda ini, I mean, ini orang yang nyasar belom move on- move on apa baru tau sik tentang video ini? Apa karena kasus Marshanda ke up lagi jadinya pada mulai nyari-nyari tentang si Adinda Adinda ini dan berakhir mengenaskan di blog gue namun ga menemukan informasi yang diminta? Ahaha. Dan ngomong-ngomong soal Adinda, gue ikutan penasaran kenapa banyak banget yang nyasar di blog gue, akhirnya gue ikut ngegoogling nama dia dan hasilnya ini :


Ya elaah pantesan aja pada nyasar disini, orang pas di Page One nya itu di bagian google images ada foto gue (pasti orang-orang mikir gue tuh Adinda deh), trus ada blog gue tepat dibawah data facebooknya, yang mana blog gue TERKENAL banget dong ya sampe-sampe dari ribuan orang yang mengulas video ini, blog gue trafficnya termasuk gede dikunjungi. Padahal.... padahal... gue cuma ngetik kalimat yang gue denger pas nontonin videonya doang. Hahaha.


Bandingin aja tuh sama postingan di atasnya.
Hm ini kenapa jadi nyerempet kesini segala yah? Topiknya kan tadi tentang cantik.

Errr...

Yasudah supaya ga melenceng dari topik, gue bahas soal kosmetik lagi aja deh. Emang bener yah kata orang, "beauty comes with a price", cantik itu mahaaal. Iyaah inner beauty emang perlu, tapi cantik dari fisik juga perlu, realistis aja deh sekarang, cowok kalo ngeliat cewek dari mata turun ke hati kan yah? Means ya itu dari luarannya dulu baru diliat inner beauty-nya.

Nah saking banyaknya gue ganti-ganti skin care dan kosmetik, gue bisa punya ratusan postingan review produk yang pernah gue pake kalo gue niat bikinnya. Masalahnya gue terlalu males bikin review karena ngerasa ga expert dalam mereview sesuatu T__T. Di next post deh gue mau quick review skin care dan kosmetik yang biasa gue pake daily. Tungguin yaah di My Daily Routine part 2. *kayak ada yang nungguin aja*

Tapi girls, gimanapun kita harus menanamkan pemikiran bahwa kita berusaha mempercantik diri itu ya bukan karena pasangan kita atau lebih karena rasa takut atau tidak aman kayak takut ditinggalin pasangan, bla bla, tapi emang lebih ke diri kitanya. Kadang suka sedih sih liat iklan-iklan produk kecantikan yang mengintimidasi itu. Hehe.

See u in my next post. Bye~~

Ctrl Z

Seorang teman, kita sebut saja Ferdi, kemarin malem galau berat dan nge-BBM gue.

Ferdi : "Gue galau.."
Gue : "Trus hubungannya sama gue?" *ga pengertian banget :p
Ferdi : "Si Gia (ceng-cengan Ferdi) barusan nge-BBM, dia mau tunangan abis lebaran.."
Gue : "Wakakak. Dijodohin pasti?" *malah ngetawain -_-
Ferdi : "Iya dijodohin.."
Gue : "Trus si Gia mau?"
Ferdi : "Tau ah.. Dunia serasa berhenti.."
Gue : "Trus lo bilang apa ke dia?"
Ferdi : "Gue cuma bisa balas 'Serius?' doang.. Trus katanya iya"
Gue : "Jadi rencana lo apa?"
Ferdi : "Ya gue besok mau nemuin dia, gue mau kepastian. Kalo emang dia ada perasaan ke gue, ya gue perjuangin.."
Gue : "Plok plok plok.. Gue heran yahh sama cowok, giliran udah kayak gini baru deh gerak.."

Sebenarnya sih panjang, tapi gue skip ke intinya langsung, hehe. Jadi ceritanya udah beberapa bulan ini si Ferdi pdkt gitu sama Gia, temen satu kantor dia. Ferdi ini kayak yang terbutakan cinta gitu, dikit-dikit Gia, Gia begini begitu lah, Gia pake baju ini itu lah, bahkan percakapan-percakapan mereka yang ga penting disampein semua ke gue sampe gue bosen dengernya, hahaha. Ferdi udah beberapa kali ngasi sinyal mau nembak tapi si Gia kayak jinak-jinak merpati, dideketin dia terbang, dijauhin dia mendekat. Di kantor mereka pun, Ferdi dan Gia ini jadi bahan ceng-cengan pegawai lain, bahkan bos mereka. Udah beberapa kali gue bilang ke Ferdi buat nembak Gia biar status mereka jelas, tapi Ferdi bilang dia ragu, abisnya tiap mendekat si Gia nya malah ngejauh, jadinya Ferdi agak sebel dan ikutan jual mahal.

Mungkin kemudian Gia ngerasa kesepian juga yah, akhirnya dia deh yang ngedeketin Ferdi balik. Ferdi-nya happy dan mutusin mau ngasi semacam kejutan. Dia nanya ke gue bagusan dikasi apa, jadi gue nemenin dia nyari mug yang ada tulisan "I Love You" gitu buat gelas minum dia di kantor. Pasca dikasinya mug itu, hubungan mereka semakin dekat, tapi masi belom jadian karena si Ferdi ga nembak-nembak. Ferdi takut kalo selama ini dia cuma kegeeran aja soal si Gia yang juga suka sama dia, ya gue marah-marah lah, at least kalopun nantinya Gia nolak kan Ferdi jadi tau perasaan si Gia ini sebenarnya gimana.

Dan yahh, telat.

Mungkin Gia ngerasa digantung, atau Gia emang tipikal nurut sama orang tua, atau calon tunangan si Gia ini emang lebih worth it dibanding Ferdi, yang jelas Ferdi jadi galau berat.

Ferdi : "Gue pernah 'nembak' secara ga langsung di BBM. Kalo emang dia nolak gue, kenapa responnya ga berubah pasca itu. Malah perhatiannya makin menjadi-jadi ke gue. Pas dia bilang dijodohin dan mau tunangan tadi, dia sambil nangis.."
Gue : "Cian bedh.. Lo tau darimana dia nangis? -__-a"
Ferdi : "Ya dia pake smile-smile gitu.."
Gue : "Sapa tau dia make smile-smile gegara kesenengan, hahahaha!"
Ferdi : "Sialan lo!"
Hahaha. Gue emang bukan temen yang baik yah, bukannya prihatin malah ga berhenti-berhenti ketawa. Yeaaa FYI aja, ketika gue juga lagi ada masalah dalam relationship gue, gue cenderung abai sama curhatan tentang relationsip orang. *egois. Eh tapi hari ini gue jadi kasian sama si Ferdi deh, beneran.. Kebayang aja galaunya kayak gimana, padahal mau ngeprospek si Gia buat dijadiin istri lohh, bukan sekedar pacar.. o.O

Gue : "Eh, misal yahh, lo bilang kan mau perjuangin dia nih.. Emangnya lo bisa gitu misal ortunya si cewek ngedesak lo nikah dengan deadline misal tahun depan? Soalnya kalo udah urusan jodoh-jodohan bukannya orang tua ga suka ya digantung.."
Ferdi : "Ah ga tau gue, liat besok aja gimananya.."
Gue : "Ga suka banget gue sama jawaban 'Liat besok aja gimana', kesannya kayak ga niat"
Ferdi : "Hahahaha gimana dong.."
Gue : "Gue serius nanya loh.. What if, gimana kalo ternyata yang dijodohin sama si Gia itu emang lebih dari lo? Bukan dari segi tampang dan materi lah ya, lo kan juga udah kerja jadi materi oke lah. Maksud gue, gimana kalo sifatnya lebih mature dari lo?"
Ferdi : "Ah siap ga siap, gue harus siap lah pokoknya.."
Gue : "Well, good luck then.."

Sebenarnya pertanyaan gue ke Ferdi itu juga merupakan kegelisahan gue. Di umur yang udah hampir seperempat abad, urusan jodoh mulai jadi perhatian orang tua gue. Terlebih cewek-cewek seumuran gue udah pada nikah. Di jorong tempat tinggal gue (well, di tempat gue make sistem kenagarian. Bisa dibilang semacam desa kalo di provinsi lain, nah tiap nagari ada jorongnya, semacam dusun gitu deh. Di jorong gue ini, anak-anak cewek angkatan gue udah nikah semua. Gue doang yang belum haha. Gue takut fakta itu bikin orang-orang mulai rese; keluarga / tetangga mulai nanya-nanya dan ortu gue kepikiran ngejodohin gue, atau malah orang lain yang minta anaknya dijodohin sama gue -_-. Yahh untungnya abang gue yang nomer dua belum nikah sih, jadi sementara gue masih bernapas lega karena ortu belum rese ngurusin gue.

Iya, gue emang punya pacar. Tapi gimana kalo ternyata pacar gue masi belum nunjukin tanda-tanda keseriusannya untuk ngeprospek gue sebagai istri sampe tahun depan? Gimana kalo ortu gue mulai bete dan mulai ikut campur, dan gue berada di posisi kayak si Gia karena merasa digantung? Belakangan gue kepikiran kayak gitu mulu dan jadi gampang sensi, bahkan gue ga gitu mikirin skripsi lagi karena mikirin hubungan gue kedepannya. (alesan doang sih kalo ini, gue ga gitu mikirin skripsi karena peraturan baru di kampus gue yang ga ngebolehin anak konversi wisuda dalam satu tahun ajaran, F***!). Gue jadi gampang galau kalo udah mikirin hal-hal macam : gimana kalo ternyata pacar gue ga sesayang yang gue kira, atau ternyata dia ga sesayang yang dia kira, dan gimana kalo ternyata nantinya dia emang pasrah-pasrah aja dan ga memperjuangkan gue? Gimana kalo ternyata hubungan ini ga seserius yang gue atau dia kira? Bukan, gue bukan kebelet nikah sih. Eh iya ding, tapi kan cuma sekian persen. Hahaha.

Hmm kayaknya gue emang dilanda krisis seperempat abad yah ini.. *malu

Kemudian gue ikutan galau. Gue bisa ngerasain kalo ada di posisi Gia, walaupun ini beda sikon yah.. Gue juga bisa ngerasain ada di posisi Ferdi, pasti nyesek dan sakit banget rasanya orang yang kita sayang dan nyaris ada di 'pelukan' kita ternyata malah mutusin sama orang lain. Gue cuma bisa menyayangkan, kenapa Ferdi baru mau gerak ketika udah "kejepit"? Kenapa ga dari awal aja Ferdi bilang dia sayang sama Gia? Siapa tau keadaan bisa berubah kan?

Waktu terus berjalan dan lo cuma bisa nyesel misal keadaan ga sesuai dengan harapan lo. Kalo emang lo cinta, perjuangkan dan buat dia percaya kalo lo emang worth it untuk itu.

Because life has no Ctrl + Z. Fear is stupid and so are regrets.


XOXO.
Back to Top