Jeruk Kalamansi, Si Mungil Unggulan Bengkulu yang Akan "Meraksasa"


Bengkulu.

Mendengar kata ini kita langsung terbayang pada Provinsi yang berada di Barat Daya Pulau Sumatera, dengan ibukota yang bernama sama dengan Provinsinya, yakni Kota Bengkulu. Bengkulu yang dipimpin oleh Plt. Gubernur Rohidin Mersyah ini memiliki luas 19.788 km2 dan total penduduk 1.972.196, yang berarti setiap 1km2 terdapat 100 penduduk. (sumber data : wikipedia).

Namun tahukah kalian jika kemiskinan di wilayah Bengkulu masih berada di angka 17 persen? Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu akan memfokuskan pembangunan melalui lima program prioritas sebagai upaya mengentaskan masyarakatnya dari kemiskinan. Kendala tersebut dituangkan dalam 5 (lima) program prioritas yang merupakan penjabaran dari visi dan misi Gubernur Bengkulu, yaitu Pengentasan Kemiskinan dan Meretas Ketertinggalan, Penguatan Komoditas Unggulan Agromaritim dan Hilirisasi, Pengembangan Infrastruktur Strategis dan Industrialisasi, Transformasi Birokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Teknologi Informasi, serta Visit Wonderful Bengkulu 2020.

Poin ke-2 program prioritas tersebut adalah Penguatan Komoditas Unggulan Agromaritim dan Hilirisasi, sehingga kebijakan dan program yang dilakukan meliputi intensifikasi dan diversifikasi produk unggulan Agro-Maritim. Seperti pengembangan tanaman unggulan dan pengembangan perikanan budidaya.

Provinsi Bengkulu sendiri sudah mempunyai 4 produk unggulan yaitu jeruk gerga, jeruk kalamansi, pisang curup, dan udang vaname.

Di artikel ini, saya akan membahas tentang jeruk kalamansi.
Jeruk Kalamansi.
sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Jeruk_kalamansi

Jeruk Kalamansi atau bahasa ilmiahnya Citrofortunella microcarpa ini banyak dibudidayakan di Bengkulu. Asalnya sendiri dari Republik Rakyat Tiongkok, tetapi banyak menyebar ke Asia Tenggara dan sekitarnya. Jeruk Kalamansi ini sendiri rasanya asam dan berbau harum. Buah jeruk kalamansi memiliki kulit dengan permukaan halus dan berpori minyak, berwarna kuning, atau berwarna hijau kekuning-kuningan. Besarnya hanya berdiameter antara 3–4 cm.

Bibit Jeruk Kalamansi.
sumber : https://sirupjerukkalamansi.wordpress.com/perihal/bibit-kalamansi

Jeruk Kalamansi dipilih sebagai produk unggulan dengan pertimbangan produk ini memiliki keunikan, mudah diusahakan oleh masyarakat lokal pada skala usaha rumah tangga serta terbukti mampu menciptakan peningkatan pendapatan masyarakat karena tingginya daya jual dan cepatnya masa produksi buah. Produk ini memenuhi persyaratan dan prinsip OVOP (One Village One Product), yaitu memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk lokal yang memiliki prospek pasar global (local yet global), dapat diusahakan oleh masyarakat secara mandiri dalam skala komersial (kemandirian) dan mampu mendorong terciptanya kreativitas dalam berusaha (kreativitas).

Hasil olahan yang paling dikenal dari jeruk Kalamansi ini adalah Sirup Kalamansi. Bahkan Sirup Kalamansi sudah menjadi salah satu oleh-oleh khas dari Bengkulu selain Lempuk (dodol durian), manisan terong, Batik Basurek, dan kerajinan dari kulit lantung. Harga untuk Sirup Kalamansi cukup bervariasi, untuk ukuran satu liter (1000 ml) bisa mencapai 40.000 s.d. 50.000 rupiah, biasanya para produsen rumahan juga menyediakan ukuran yang lebih kecil, yaitu 500 ml dan 250 ml. Sehingga pembeli bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.

Sirup Kalamansi yang Sangat Segar
sumber : http://www.sirupkalamansi.com/

Sebagai referensi penyajian, Sirup Kalamansi dapat disajikan dengan dua cara yakni hangat dan menambah batu es sehingga rasanya lebih segar. Bisa juga ditambahkan ke makanan atau minuman lainnnya untuk menambah cita rasa yang berbeda. Misalnya ditambahkan ke minuman kelapa muda atau menambahkan air perasan jeruk kalamansi ini ke dalam minuman teh hangat anda.

Untuk membuat si mungil ini bisa meraksasa, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh Pemerintah Bengkulu, yaitu :
1. Menjadikan Pohon Jeruk Kalamansi sebagai tanaman Kota Bengkulu.
2. Setiap pekarangan rumah diminta menanam Jeruk Kalamansi 5-10 pohon.
3. Pemerintah Kota menyediakan bantuan bibit pohon Jeruk Kalamansi.
4. Pemerintah Kota mendukung pemanfaatan tanah pekarangan rumah dan lahan tidur untuk ditanami pohon Jeruk Kalamansi.
5. Satuan Kerja Pemerintah Daerah Kota Bengkulu mendukung program ini, dan membuat action plan untuk mensukseskan program ini.
6. Mempromosikan Kalamansi sebagai minuman wajib bagi karyawan/ti dan welcome drink di hotel dan restauran dan rumah makan di Kota Bengkulu.
7. Mengintegrasikan produk unggulan khas Bengkulu sebagai bagian dari mensukseskan Gerakan OVOP yang dikembangkan Kementerian Koperasi dan UKM.
8. Mengembangkan kebun Jeruk Kalamansi sebagai kawasan agrotourisme, dan
9. Mengembangkan produk unggulan bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu dan instansi terkait lainnya.

Dengan cara demikian, bukan tak mungkin si mungil jeruk kalamansi Bengkulu ini bisa meraksasa dan menuju pasar dunia

Referensi Bacaan : http://katapura.com/day2-kalamansi-satu-jeruk-sejuta-manfaat/




#Disclaimer:
Tulisan ini dibuat dalam rangka Bimbingan Teknis Pembuatan Blog bagi Aparatur dan Masyarakat di Provinsi Bengkulu. #BimtekBlogDiskominfotikBKL
Back to Top