No Title

Bukan, bukan. Ini bukan iri. Ini lebih keeeee "HAH, kok bisa dia sih!" deh kayaknya. Yaa bukannya saya berharap kalo "it must be mine". Tapi meski saya ga berminat, at least kalopun ada kesempatan ya seharusnya dikasihnya ke saya dong. Atau siapalah, asal bukan dia. Dan dia. Saya jadi ngerasa kalo "kita" ga dihargain X (sebut saja begitu) sama sekali mentang-mentang "kita" ga bertanggung jawab langsung kepada X.

Tapi kan "kita" jauhhh diatas dia, atau mungkin cuma saya yang terlalu sombong ngerasa gitu?

Jadi ketika saya tahu dia benar2 dapet kesempatan itu, saya langsung kaget.  Maksud saya, kenapa begitu? Kenapa "kita" ga dilibatkan juga? "Kita" dikasih tau aja nggak sama X kalo beliau mau ngasih kesempatan.

Itu terkejut kan? Bukan iri kan? *mencari pembelaan

Uhm oke, sedikit iri sih sebenarnya. Iri bukan karena saya juga pengen (tolong dicatet), tapi karena keberuntungan dia ;)

Saya jadi inget Mario Teguh pernah nulis gini di MTFB:

Orang bodoh dikalahkan oleh orang pandai.
Orang pandai dikalahkan oleh orang cerdik.
Orang cerdik dikalahkan oleh orang licik.
Orang licik dikalahkan oleh orang nekad.
Orang nekad dikalahkan oleh orang gila.
Dan semua orang itu, dikalahkan oleh orang yang beruntung.


Game over. Bad luck, Putri.




Back to Top